Mulai Jemu Mencari Lowongan Kerja?

Kompas.com - 21/02/2011, 10:43 WIB

KOMPAS.com - Anda sudah tak merasakan tantangan lagi dalam pekerjaan Anda, dan berusaha mencari lowongan kerja yang baru. Tetapi setelah sekian lama, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, pekerjaan yang Anda dambakan itu tak juga datang. Peluang untuk wawancara selalu berakhir tanpa kejelasan apakah Anda diterima atau tidak. Seringkali, kesempatan wawancara bahkan tidak pernah ada.

Wajar bila Anda mulai jenuh dengan proses pencarian kerja ini. Bila hal ini terjadi pada diri Anda, berhentilah sejenak dari rutinitas tersebut, dan pikirkan ulang semua tujuan hidup Anda. Kemudian, mulailah dari awal lagi, dan ubah cara Anda menjalani proses pencarian kerja tersebut.

Berlatihlah menghadapi wawancara
Seringkali Anda tak punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi wawancara. Kini, Anda punya banyak waktu untuk melatih diri. Pertama-tama, bagaimana cara menjelaskan siapa diri Anda, dan apa yang Anda cari. Melatih kemampuan Anda setiap hari akan membuat Anda tetap termotivasi, dan membantu Anda menyiapkan jawaban secara ringkas namun tepat sasaran. Juallah aset terbaik Anda, dan jangan ragu menyampaikan pada pemberi wawancara mengapa Anda layak dipertimbangkan.

"Memiliki gairah (dalam karier) itu sangat menarik bagi rekruter, dan hal ini menunjukkan karakter diri Anda yang berkomitmen, punya ketetapan hati, dan antusias," kata Holly Paul, pemimpin divisi rekrutmen di PwC Amerika.

Pikirkan kembali apa yang ingin Anda lakukan
Gunakan waktu yang ada untuk menilai diri Anda, merumuskan kembali tujuan hidup Anda, dan menyusun rencana-rencana Anda di masa mendatang. Apa sebenarnya yang ada dalam benak Anda mengenai karier Anda 10 tahun ke depan? Apakah Anda menyukai cara hidup Anda? Adakah sesuatu yang harus diubah? Hal-hal ini bukan tak mungkin akan memengaruhi keputusan-keputusan Anda, dan membuat Anda mampu menemukan mimpi Anda yang sebenarnya.

Pelajari ketrampilan baru
Ada banyak seminar, webinar, atau workshop mengenai karier yang bisa Anda temukan. Jangan ragu untuk berinvestasi mendapatkan pengetahuan dan sharing pengalaman dari para praktisi yang telah sukses dalam kariernya. Ikuti pelatihan yang akan mendukung kemampuan Anda di bidang yang sedang Anda jalani saat ini. Memelajari ketrampilan yang baru akan membuat Anda kembali bersemangat, dan perasaan senang karena menguasai sesuatu yang baru ini akan membuat Anda mampu mengendalikan nasib Anda. Anda merasa lebih berdaya dan percaya diri.

Tetaplah memperluas jejaring
Jangan berhenti melakukan networking karena merasa usaha Anda sia-sia saja. Gunakan setiap kesempatan untuk berteman dengan orang-orang yang bekerja di bidang Anda. Hadiri pertemuan-pertemuan seprofesi, dan tampilkan diri Anda sebaik mungkin.

"Anda tak akan menyangka betapa besar energi dan motivasi yang Anda dapat," tutur Jodi Chavez, senior vice president di Parker & Lynch, sebuah firma pencari kerja. "Memiliki jejaring membantu Anda membentuk mindset yang baru, dan mengingatkan Anda mengenai tujuan hidup Anda." Meskipun Anda belum menemukan pekerjaan yang Anda dambakan, terlibat dalam lingkungan profesional seperti ini bisa menyegarkan kembali semangat Anda.

Temukan keseimbangan Anda
Gaya hidup yang sehat bisa membantu Anda merasa kuat selama proses pencarian kerja yang panjang (rata-rata orang membutuhkan 25 minggu untuk mendapatkan pekerjaan yang baru, demikian menurut Bureau of Labor Statistics). Alihkan dulu perhatian Anda dari pencarian kerja, ke aktivitas lain yang membuat Anda senang. Seperti melakukan hobi, berkumpul bersama keluarga atau teman-teman, juga makan lebih sehat dan berolahraga.

"Perbaiki mood Anda dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks," saran Debbie Mandel, pakar fitnes dan manajemen stres. "Protein tanpa lemak akan membantu Anda berpikir lebih tajam, sedangkan olahraga akan melepaskan stres dan meningkatkan fokus."

Lakukan break sejenak
Berburu lowongan pekerjaan baru terus-menerus hanya akan membuat Anda lebih cepat jenuh. Akhirnya, Anda menyerah sebelum berhasil menemukan karier impian Anda. "Luangkan waktu untuk berhenti berpikir mengenai perburuan kerja Anda," ungkap Steve Langerud, direktur professional opportunities di DePauw University.

"Rancang suatu proyek yang tidak berkaitan dengan profesi Anda, atau lowongan yang Anda cari, dan lakukan hingga tuntas. Proyek itu tidak perlu rumit, atau sesuatu yang besar. Yang penting, berbeda dan bisa dilakukan."

Lakukan afirmasi secara positif
Buatlah jurnal mengenai semua upaya yang Anda lakukan untuk mendapatkan peluang wawancara kerja. Tumpahkan segala perasaan Anda, dan akhiri setiap posting-an dengan afirmasi positif. Katakan, bahwa Anda pasti mencapai karier impian tersebut. "Hal ini akan memulihkan diri Anda, dan membuat Anda tetap positif sambil terus mencari pekerjaan yang baru," kata Diane Gottsman, pemilik The Protocol School of Texas. "Siapa tahu, pekerjaan baru sudah menunggu Anda."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau